Latar Media - Lokakarya yang bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dalam layanan kesehatan dan komunikasi digital di rumah sakit militer berlangsung sebagai bagian dari program AS ONE untuk pengobatan dan pengelolaan hipertensi serta diabetes di Vietnam, periode 2026-2030.
Lokakarya ini mengedepankan peran komunikasi dalam perawatan kesehatan, kepercayaan di lingkungan digital, serta penerapan strategi komunikasi dan pemasaran rumah sakit dalam konteks transformasi digital. Para ahli bidang kesehatan berkumpul untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam komunikasi medis dan komunikasi digital di rumah sakit militer.
Mayor Jenderal, Doktor Ilmu Pengetahuan, Dokter Rakyat Tran Quoc Viet, yang menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Militer 175, memberikan pidato pembuka pada acara ini. Dalam presentasinya, Profesor Madya, Dr. Le Khac Bao, Wakil Direktur Pusat Medis Universitas Kota Ho Chi Minh, menjelaskan bahwa komunikasi berfungsi sebagai jembatan antara keahlian medis dan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya komunikasi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, mengurangi informasi yang salah, dan membangun hubungan berkelanjutan antara rumah sakit dan pasien.
Ibu Do Thi Nam Phuong, Kepala Pusat Komunikasi di Pusat Medis Universitas Kota Ho Chi Minh, berbagi pengalamannya mengenai pengoperasian sistem komunikasi rumah sakit di platform digital. Ia menyoroti efektivitas model komunikasi terpadu yang menggabungkan keahlian, manajemen, dan teknologi dalam meningkatkan pengalaman pasien serta membangun kepercayaan terhadap rumah sakit.
Para ahli memberikan saran kepada rumah sakit militer untuk memanfaatkan reputasi, disiplin, dan kompetensi profesional mereka dalam mengembangkan aktivitas komunikasi yang modern dan berwibawa, dengan tetap memperhatikan keamanan informasi. Mayor Jenderal Tran Quoc Viet menekankan pentingnya komunikasi dalam manajemen dan pengembangan rumah sakit, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat.