Pencabutan ID Liputan Wartawan CNN Indonesia Memicu Kontroversi di Media Sosial
Media sosial baru-baru ini diramaikan dengan pesan pamit dari jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia, yang menyatakan bahwa dirinya telah dicabut ID liputannya oleh Biro Pers Istana Kepresidenan. Pesan tersebut diduga berasal dari grup WhatsApp wartawan yang meliput di Istana Kepresidenan.
Insiden ini terjadi setelah Diana mengajukan pertanyaan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat acara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 28 September 2023. Dalam pesan yang tersebar, Diana menyampaikan, "Selamat malam, kakak-kakak. Per malam ini saya bukan wartawan istana lagi karena ID Card saya sudah diambil oleh Biro Pers karena saya dinilai bertanya di luar konteks acara." Dia juga menyampaikan izin untuk keluar dari grup WhatsApp tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya.
Pesan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk jurnalis senior Budiman Tanuredjo. Dalam tanggapannya, Budiman menilai tindakan pencabutan ID liputan tersebut tidak tepat. Dia berpendapat bahwa jurnalis seharusnya dapat merespons setiap permasalahan publik. "Saya kira kebijakan ini tidak tepat. Sangat disayangkan," ungkapnya dalam unggahan di media sosial Instagram pada hari yang sama.
Budiman juga menekankan perlunya evaluasi terhadap kebijakan yang diambil. "Semoga ada langkah koreksi," tegasnya, menunjukkan keprihatinan terhadap situasi yang dihadapi oleh Diana dan implikasinya terhadap kebebasan pers.




