Pencabutan ID Liputan Istana Jurnalis CNN Indonesia Picu Reaksi Publik
Sumber Foto: Radar Jogja
Konteks Liputan

Pencabutan ID Liputan Istana Jurnalis CNN Indonesia Picu Reaksi Publik

Pencabutan kartu identitas liputan Istana milik jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia, telah memicu reaksi yang signifikan di media sosial. Keputusan ini berasal dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden setelah Diana mengajukan pertanyaan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.

Diana menyampaikan melalui pesan yang beredar bahwa ia tidak lagi berstatus sebagai wartawan Istana karena ID card liputannya telah ditarik. Alasan pencabutan tersebut adalah karena dianggapnya pertanyaan tersebut tidak sesuai dengan konteks acara.

Keputusan ini mengundang kritik dari berbagai kalangan di jagat media sosial. Salah satu pengguna, akun @2KangKomen, berpendapat bahwa tugas jurnalis adalah untuk menggali informasi, bahkan yang mungkin tidak nyaman bagi pihak berwenang. Ia menyatakan, "Pertanyaan di luar konteks itu justru bisa jadi pertanyaan yang mewakili publik."

Hal senada juga diungkapkan oleh akun @masibnoeidris, yang menegaskan bahwa pertanyaan yang diajukan oleh Diana memiliki relevansi dengan kepentingan nasional. Ia mempertanyakan, "Jawaban Presiden juga strategis. Jadi mengapa jurnalisnya justru dibatasi?"

Gelombang komentar ini menunjukkan bahwa publik tidak diam terhadap keputusan tersebut. Pencabutan ID liputan ini telah memicu perdebatan yang lebih luas mengenai kebebasan pers di Indonesia. Bagi banyak netizen, kasus ini bukan hanya mengenai nasib satu jurnalis, tetapi juga mencerminkan bagaimana pemerintah merespons kritik dan pertanyaan kritis dari media.