Pemkot Jakarta Barat Fokus pada Penanggulangan Banjir dan Pengelolaan Sampah di 2027
Sorotan Utama

Pemkot Jakarta Barat Fokus pada Penanggulangan Banjir dan Pengelolaan Sampah di 2027

Latar Media - RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menetapkan enam program prioritas pembangunan tahun 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota tahun 2026.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyampaikan bahwa keenam program itu dirancang untuk menjawab berbagai persoalan mendasar di wilayahnya, mulai dari banjir hingga pengangguran.

“Ada enam program prioritas kita telah sampaikan. Bahwa yang pertama penanggulangan banjir, di mana memang banjir di tahun 2026 ini Jakarta Barat masih memiliki PR dan juga menjadi permasalahan serius yang harus kita tangani bersama secara kolaborasi,” kata Iin, Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah, seperti revitalisasi rumah pompa Carina Sayang, pembangunan turap batu kali di saluran PHB, hingga pembangunan sub polder atau sodetan di 39 titik genangan.

Program prioritas kedua adalah pengelolaan sampah. Menurut Iin, volume sampah di Jakarta Barat saat ini mencapai 807 ribu ton per tahun, namun baru sekitar 26 persen yang dapat tertangani.

Ke depan, kata Iin, Pemkot Jakarta Barat menargetkan 70 persen sampah dapat dikelola dari sumbernya melalui peningkatan kinerja TPS 3R, penguatan bank sampah, serta edukasi lingkungan seperti sekolah adiwiyata dan program kampung iklim.

“Targetnya ke depan kita akan melakukan sebuah program secara kolaborasi, 70% sampah bisa dikelola dari sumber. Jadi hanya 30% sampah saja sebagai residu yang diangkut,” ungkapnya.

Selain itu, Iin menyampaikannya pihaknya juga bakal menjajaki kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memanfaatkan lahan di sekitar stasiun sebagai lokasi pengolahan sampah, khususnya di kawasan padat penduduk.

“Artinya betul-betul kita lakukan upaya yang maksimal secara kolaborasi bersama seluruh stakeholder,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Iin, program ketiga adalah penguatan ketahanan pangan melalui urban farming.

Iin menyatakan, pihaknya mendorong keterlibatan masyarakat, sekolah, hingga kelompok tani dalam memanfaatkan lahan terbatas, dengan komoditas seperti labu madu dan melon gold sebagai ikon pertanian perkotaan.

“Kita lakukan dengan bersama-sama seluruh komponen termasuk pihak sekolah kita libatkan, kemudian kelompok tani, kelompok wanita tani, kemudian juga seluruh kader PKK bersama masyarakat, kita ajak untuk memanfaatkan ruang yang ada,” terangnya.

Selanjutnya, program keempat adalah penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan data, saat ini tingkat kemiskinan di Jakarta Barat berada di angka 3,91 persen.

Iin menegaskan pihaknya akan melalukan berbagai upaya yakni meliputi perbaikan kawasan kumuh, bantuan pendidikan, hingga pelatihan kerja, dengan fokus di Kecamatan Tambora, Cengkareng, dan Kalideres.

“Kami tentunya membutuhkan dukungan provinsi dan juga banyak dukungan stakeholder serta CSR maupun kolaborasi pentahelix dalam mendukung penanggulangan dari program kemiskinan ini,” kata Iin.

Program kelima, lanjut Iin, adalah percepatan penurunan stunting yang saat ini berada di angka 17,4 persen. Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah masih adanya perilaku buang air besar sembarangan (BABS).

Dia menargetkan seluruh kelurahan di Jakarta Barat dapat mencapai status Open Defecation Free (ODF) pada 2026.

“Ini tentu menjadi tantangan tersendiri, dari 56 kelurahan ada 13 kelurahan yang sudah ODF, 42 kelurahan berkomitmen ODF, dan 1 kelurahan masih ODF terbuka (Open Defecation terbuka),” ungkap Iin.

“Ini akan kita lakukan tahun 2026. Kami tidak menunggu proses yang panjang karena kami ingin semua kelurahan di Jakarta Barat sudah deklarasi ODF ya, clear terkait dengan komitmen,” sambungnya.

Selanjutnya, program prioritas keenam adalah penguatan kepemudaan. Iin menilai, hal ini penting dalam menghadapi bonus demografi, di tengah angka pengangguran yang mencapai 6,02 persen.

Mantan Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta itu meyatakan, pihaknya akan meningkatkan pembinaan karakter serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda.

Iin menegaskan, seluruh program tersebut akan dijalankan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah provinsi, sektor swasta, dan masyarakat.

“Kita akan lakukan pembinaan kepemudaan secara integrasi dan juga untuk pembinaan karakter positif serta memperluas kesempatan kerja untuk mengurangi pengaruh negatif aja,” ujarnya.

“Kemudian yang lainnya kami tentu melakukan secara bersama-sama dan bersinergi dengan seluruh komponen termasuk mengajak menggerakkan partisipasi masyarakat,” tutup Iin.

You can share this post!