Latar Media - Pembangunan infrastruktur jalan di Dolok Sipiongot, Sumatera Utara, mulai dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan kepada masyarakat di kawasan tersebut.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan bahwa pembangunan tersebut bukan sekadar janji politik. Ia menyebutkan bahwa penyediaan infrastruktur yang layak adalah kewajiban pemerintah. Penegasan ini disampaikan Bobby saat menghadiri pengajian dan silaturahmi Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS) di Medan.
Bobby menekankan pentingnya penyelesaian infrastruktur secara tuntas. Ia mengungkapkan bahwa minimal 40% dari total kerusakan jalan harus diselesaikan dalam satu anggaran dengan adanya jalur alternatif pengerjaan untuk menjaga kualitas. Dalam pengalamannya, Bobby menceritakan kondisi jalan yang harus dilalui ketika meninjau kawasan tersebut, yang membuatnya bertekad untuk menepati janji pembangunan selama masa jabatannya. Pemprov Sumut juga berencana untuk meningkatkan anggaran sektor pekerjaan umum dari Rp500 miliar menjadi Rp1,9 triliun pada tahun 2026 untuk pembangunan jalan.
Penasihat IKDS, Ihwan Ritonga, mengapresiasi perhatian Pemprov Sumut terhadap pembangunan di Sipiongot, mengingat kawasan tersebut belum pernah menikmati pembangunan infrastruktur secara menyeluruh sejak Indonesia merdeka. Kepala desa juga mengharapkan agar pembangunan jalan dilanjutkan hingga menjangkau 17 desa lainnya di kawasan perbatasan.