Pelawak Malaysia Harith Iskander Dinobatkan sebagai Manusia Terlucu Dunia 2016
Penghargaan Bergengsi bagi Pelawak Malaysia
Harith Iskander, seorang pelawak asal Malaysia, baru-baru ini dinobatkan sebagai Manusia Terlucu Dunia 2016 oleh Laugh Factory, sebuah jaringan klub lawak ternama di Amerika Serikat. Iskander berhasil mengungguli empat finalis lainnya dalam ajang yang diadakan secara daring.
Dalam pernyataannya, Iskander mengungkapkan keyakinannya bahwa dunia komedi Barat kini lebih siap untuk mendengar suara dari pelawak Asia. Ia menekankan pentingnya menyampaikan humor dengan gaya Malaysia yang unik.
Perjalanan Karier dan Kemenangan
Pria berusia 50 tahun ini telah berkarier sebagai pelawak tunggal selama 26 tahun. Ia menyatakan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada kemampuannya untuk mengolah 'bahan lokal' dalam konteks internasional. “Malaysia adalah miniatur Asia yang sesungguhnya, mencerminkan keberagaman budaya dan ras,” ujarnya.
Iskander terpilih sebagai pemenang melalui sistem pemungutan suara terbuka selama 24 jam. Ia mengakui bahwa bersaing dengan pelawak terkenal dari Eropa dan seluruh dunia adalah pengalaman yang sangat mengesankan dan merendahkan hati. Sebagai pemenang, ia menerima hadiah utama sebesar US$100.000 atau sekitar Rp1,3 miliar serta kesempatan untuk melakukan tur melawak di Amerika Serikat.
Tujuan dan Pesan Humor
Melalui akun Facebook-nya, Iskander menyampaikan bahwa ia berharap dapat mempersatukan warga Malaysia melalui lelucon. Ia menegaskan bahwa meskipun humor dapat menjembatani perbedaan, ia tidak tergolong sebagai 'pelawak politik'. “Ketika orang tertawa bersama, itu menciptakan rasa persatuan,” ujarnya.
Contoh Lelucon Harith Iskander
Dalam salah satu leluconnya, ia menceritakan tentang sebuah keluarga Amerika yang mencari rumah di kota baru. Mereka menemukan rumah yang terbengkalai dengan cerita mengerikan di baliknya. Keluarga tersebut malah tertarik untuk melihat ke dalam, sedangkan Iskander menunjukkan bagaimana reaksi orang Asia akan berbeda dalam situasi tersebut.
Dalam lelucon lainnya, Iskander mengenang pengalamannya di sekolah saat mengisi kolom ras. Ia mengisikan 'Mother' (ibu) pada kolom ras karena merasa bingung dengan pilihan yang ada, menggambarkan pengalaman unik dari latar belakang campuran dalam konteks Malaysia.
Dari lelucon-lelucon tersebut, Iskander berhasil menampilkan perspektif yang lucu sekaligus menggugah pemikiran tentang keberagaman dan identitas.




