Latar Media - Pekan mendatang, pasar akan memfokuskan perhatian pada keputusan kebijakan moneter yang akan diambil oleh Federal Reserve (The Fed), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ).
Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar 101,50, menjelang serangkaian rilis data ekonomi yang signifikan. Di AS, data Pesanan Barang Tahan Lama diperkirakan akan rebound sebesar 1,6% pada bulan Juni setelah penurunan sebelumnya sebesar 4,5%. Selain itu, pesanan yang tidak termasuk transportasi diperkirakan naik 0,9%.
Keputusan Federal Reserve pada hari Rabu menjadi momen kunci, dengan proyeksi bahwa mereka akan mempertahankan kisaran target suku bunga di 3,50%–3,75%. Pertemuan ini tidak akan menyertakan Ringkasan Proyeksi Ekonomi terbaru, sehingga perhatian akan tertuju pada pernyataan kebijakan dan konferensi pers Ketua The Fed. Kemudian, pada hari Kamis, rilis PDB kuartal kedua diperkirakan menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,3%, meningkat dari 2,1%. Inflasi PCE Inti bulanan diperkirakan melambat ke 0,1% dari 0,3%. Di Eropa, EUR/USD diperdagangkan di dekat 1,1370, meskipun ada angka aktivitas bisnis yang positif dari Jerman. Data inflasi Jerman dan Zona Euro akan dirilis pekan ini, dengan inflasi utama diperkirakan naik ke 2,9% YoY.
GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3325 menjelang pengumuman kebijakan BoE yang diperkirakan akan mempertahankan Bank Rate di 3,75%. Keputusan BoJ pada hari Jumat juga akan menjadi sorotan, dengan proyeksi mempertahankan suku bunga di 1,00%. Sementara itu, harga minyak WTI diperdagangkan lebih rendah di dekat $89,20 per barel setelah laporan mengenai kemungkinan perundingan AS-Iran. Emas diperdagangkan di sekitar $4.065, sensitif terhadap kebijakan The Fed dan data inflasi AS.