Miliarder Djarum, Bambang Hartono, Wafat di Singapura
Lifestyle

Miliarder Djarum, Bambang Hartono, Wafat di Singapura

Latar Media - KOMPAS.com - Pemilik PT Djarum, Michael Bambang Hartono meninggal dunia hari ini, Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 di Singapura.

"Keluarga Besar PT Djarum berdukacita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," beber Corporate Communication Manager PT Djarum Budi Darmawan.

Menurut majalah Forbes Real Time Billionaires List tahun 2025, yang menghitung jumlah kekayaan orang-orang di dunia, Bambang Hartono mempunyai harta senilai Rp 365 triliun (kurs Rp 16.500 per dollar AS).

Bisnis rokok PT Djarum dan kepemilikan saham di Bank Central Asia (BCA) menjadi sumber utama kekayaannya.

Selain itu, ekspansi bisnisnya mencakup ke infrastruktur, teknologi, dan lain sebagainya.

Berbagai startup di Indonesia seperti Blibli, tiket.com, Kaskus, hingga Gojek mendapat investasi dari PT Djarum.

Bisnis yang berkembang pesat membuat Djarum tak lupa untuk membuka berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Lihat Foto

Meskipun mendapat predikat konglomerat, Bambang Hartono menerapkan prinsip unik dalam hidupnya yakni, sederhana adalah sikap.

Makan di warung pinggir jalan

Bambang Hartono pernah terekam kamera netizen makan tahu pong di warung pinggir jalan daerah Karangsaru, Semarang, Jawa Tengah.

Bukan sekali dua kali, ia mengunjungi warung itu berkali-kali, menjadi pelanggan tetap.

"Beliau memang telah menjadi pelanggan kami sejak dulu kami masih berjualan di tenda pinggir jalan. Sampai saat ini kami sudah pindah ke depot, beliau masih berkenan mampir," jelas pemilik warung Tahu Pong Karangsaru, Izelina Kristanti Thenu, dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/12/2019) silam.

Selain tahu pong, setiap pagi dirinya kerap menyantap kuliner khas Kudus, Lentog.

Quote sederhana adalah sikap, dibuktikan sendiri olehnya dengan mementingkan rasa sebuah masakan daripada gengsi.

Bambang Hartono adalah potret di mana menjadi konglomerat tak harus hidup dalam lingkaran hedonisme.

You can share this post!