Menteri Belanda Kunjungi Beijing untuk Redakan Ketegangan Dagang
Internasional

Menteri Belanda Kunjungi Beijing untuk Redakan Ketegangan Dagang

Latar Media - Pemerintah Belanda melakukan upaya untuk meredakan ketegangan hubungan dagang dengan Tiongkok melalui kunjungan Menteri Perdagangan Luar Negeri, Sjoerd Sjoerdsma, ke Beijing. Kunjungan ini bertujuan untuk menyelesaikan sejumlah perselisihan yang melibatkan perusahaan teknologi Nexperia dan ASML, di tengah kekhawatiran akan potensi perang dagang antara Tiongkok dan Uni Eropa.

Awal Kejadian

Sjoerdsma menyatakan bahwa hubungan antara Belanda dan Tiongkok telah mengalami banyak ketegangan dan kurangnya kerja sama. Salah satu tujuannya dalam kunjungan ini adalah untuk memperbaiki hubungan yang sempat terganggu. Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, juga menyampaikan keinginan untuk mengakhiri perselisihan, yang menunjukkan adanya kesamaan pandangan antara kedua negara.

Perkembangan

Kunjungan ini berlangsung saat Tiongkok dan Uni Eropa berusaha mencegah perang dagang. Sjoerdsma menyoroti surplus perdagangan Tiongkok yang mencapai sekitar 1 miliar euro per hari, yang berpotensi mengancam lapangan kerja di Uni Eropa. Ia mencatat bahwa sikap negara-negara Uni Eropa terhadap Tiongkok semakin tegas, meskipun tetap optimis bahwa kesepakatan dapat dicapai jika negara-negara anggota bersatu.

Kondisi Terakhir

Mengenai sengketa yang melibatkan Nexperia, Sjoerdsma menyatakan bahwa isu tersebut hampir terselesaikan, dan hubungan antara pemerintah Belanda dan Tiongkok kini berada dalam fase dialog yang lebih baik. Selain itu, ia juga mengangkat isu perlakuan terhadap etnis Uyghur di Xinjiang, mengingatkan bahwa mulai 2027, Uni Eropa akan memberlakukan larangan penggunaan produk hasil kerja paksa, yang harus dipatuhi oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok jika ingin memasuki pasar Uni Eropa. Tuduhan terhadap Tiongkok mengenai kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Uyghur juga telah diangkat oleh Human Rights Watch dan parlemen Belanda.

You can share this post!