Latar Media - Bulan Ramadan sering dianggap sebagai waktu untuk memperlambat aktivitas. Banyak orang memilih mengurangi kegiatan agar energi tetap terjaga hingga waktu berbuka. Namun, sebenarnya puasa bukan alasan untuk berhenti melakukan hal-hal yang kita sukai, termasuk menjalankan hobi.
Justru, Ramadan bisa menjadi momen yang tepat untuk menikmati hobi dengan cara yang lebih tenang dan mindful.
Hobi Membaca Buku
Salah satu hobi yang bisa tetap saya jalani saat puasa adalah membaca buku. Aktivitas ini tidak membutuhkan banyak energi fisik, tetapi mampu memberi ketenangan pikiran. Membaca juga bisa menjadi teman yang menyenangkan saat menunggu waktu berbuka.
Meski sering membaca buku digital, saya masih suka membaca buku fisik. Menghirup aroma kertas dan membolak-balikan halaman buku, masih jadi kegiatan yang menyenangkan bagi saya.
Setelah menamatkan 3 novel Korea favorit, saat ini saya sedang membaca buku dari dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ, seorang psikiater yang sering memberikan edukasi kesehatan mental melalui pendekatan yang santai dan reflektif: Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya (2025).
Sebuah buku yang sangat pas untuk menemani Ramadan tahun ini yang cukup dar der dor. Buku yang membahas tentang kesehatan mental. Ya, nggak cuma sehat fisik, sehat mental juga penting agar bisa optimal dalam beribadah di bulan Ramadan ini.
Membaca Buku di Taman Kota
Agar tidak terasa monoton, saya punya cara baru dalam menikmati hobi membaca ini. Seminggu dua kali saya membaca buku di taman kota. Pas banget, Surabaya adalah kota seribu taman. Saya bisa berkeliling ke setiap taman sambil membaca buku.
Kemarin, saya ke Taman Pelangi di sore hari. Saya membawa beberapa buku yang ingin dibaca. Selain buku dr. Andreas, ada juga buku tentang Tan Malaka dan buku humor dari komunitas IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis).
Selain mendapatkan suasana baru, membaca buku di taman membuat saya bisa menikmati udara segar. Suasana taman yang lebih santai juga dapat membuat waktu membaca buku terasa lebih menyenangkan.
Duduk di bangku taman, ditemani semilir angin sore, sambil membuka halaman demi halaman buku ternyata memberikan pengalaman yang berbeda. Waktu menunggu adzan maghrib terasa lebih cepat berlalu. Tanpa disadari, saya juga mendapatkan momen me time yang sederhana namun menenangkan.