Latar Media - Pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda mengalami dampak negatif akibat kebijakan baru pemerintah Belanda yang menaikkan batas minimal gaji untuk pemain non-Uni Eropa mulai musim 2026/2027.
Pada Juli 2026, pemerintah Belanda mengumumkan bahwa setiap pemain berusia 21 tahun ke atas tanpa paspor UE diwajibkan menerima gaji minimal 630 ribu euro per tahun, setara dengan hampir Rp12 miliar, untuk mendapatkan izin kerja. Kebijakan ini merupakan bagian dari regulasi ketenagakerjaan yang memperketat perekrutan tenaga kerja dari luar Wilayah Ekonomi Eropa (EEA).
Kenaikan batas gaji ini meningkat dari sebelumnya yang sebesar 608 ribu euro, mencatatkan rekor tertinggi sejak aturan ini diberlakukan pasca-putusan Bosman 1995. Pemerintah Belanda, bersama asosiasi sepak bola dan serikat pemain, menetapkan syarat ini untuk memastikan klub merekrut pemain asing yang memiliki kualitas tinggi. Pengecualian diberikan untuk pemain muda berusia 18–20 tahun, yang hanya diwajibkan menerima gaji minimal 315 ribu euro per tahun.
Kebijakan baru ini menjadi tantangan besar bagi pemain Indonesia yang ingin berkarier di Eropa, mengingat banyak klub Belanda tidak mampu menanggung beban gaji sebesar itu untuk pemain yang belum terbukti performanya di level tertinggi. Dengan adanya aturan ini, transfer pemain Timnas Indonesia ke Liga Belanda semakin sulit, dan klub-klub di Indonesia perlu lebih selektif dalam mempersiapkan pemain untuk bersaing di luar negeri.