Komisi Eropa Longgarkan Aturan Pasar Karbon, Menuai Kritikan
Internasional

Komisi Eropa Longgarkan Aturan Pasar Karbon, Menuai Kritikan

Latar Media - Komisi Eropa mengusulkan reformasi besar terhadap sistem perdagangan emisi Uni Eropa (EU ETS), yang dinilai dapat melemahkan efektivitas pasar karbon. Kritik datang dari berbagai kalangan, termasuk think tank, kelompok lingkungan, dan organisasi penerbangan sipil internasional.

Awal Kejadian

Paket kebijakan yang diumumkan di Brussels mencakup penyesuaian laju penurunan kuota emisi menjadi 3,7% pada periode 2031–2035 dan 1,7% pada 2036–2040, lebih rendah dibanding laju saat ini sebesar 4,4%. Selain itu, terdapat usulan penggunaan kredit karbon internasional berkualitas tinggi hingga 2% pada periode 2036–2040 dan perpanjangan alokasi izin emisi gratis bagi sebagian sektor industri hingga 2038.

Perkembangan

Reformasi ini juga mencakup pengenalan permanent carbon removals ke dalam EU ETS dan pembentukan Industrial Decarbonisation Bank dengan pendanaan sebesar 100 miliar euro. Komisi Eropa meluncurkan Electrification Action Plan yang menargetkan elektrifikasi konsumsi energi Uni Eropa mencapai 46% pada 2040, dengan harapan dapat memangkas tagihan impor bahan bakar fosil.

Kondisi Terakhir

Reaksi terhadap reformasi ini beragam. Think tank Agora Energiewende menilai Electrification Action Plan sebagai langkah positif, namun mengkritik pelonggaran EU ETS yang dinilai melemahkan kebijakan iklim utama. Climate Action Network (CAN) Europe menyebut reformasi ini sebagai 'hadiah bagi para pencemar', karena dapat mengurangi integritas lingkungan sistem perdagangan emisi. Sementara itu, International Civil Aviation Organization (ICAO) menyatakan keprihatinan atas perluasan cakupan EU ETS bagi sektor penerbangan, yang berpotensi bertentangan dengan mekanisme pasar karbon global CORSIA. Proposal reformasi ini akan dibahas lebih lanjut oleh Parlemen Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa, dengan perdebatan yang diperkirakan akan berlangsung ketat.

You can share this post!