Latar Media - Menteri Kemnaker Yassierli rapat dengan menteri lainnya (Humas Kemnaker).
PRIORITAS, 27/2/2026 (Jakarta): Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses hunian layak bagi pekerja/buruh melalui penguatan sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Menaker menyampaikan bahwa berdasarkan capaian tahun 2025, segmen pekerja/buruh menjadi kelompok terbesar dalam kepesertaan program BP Tapera. Meski demikian, ia tetap mendorong pekerja yang belum memanfaatkan program tersebut untuk mengoptimalkan kepesertaannya.
“Alhamdulillah, berdasarkan capaian tahun 2025, segmen peserta terbesar berasal dari kalangan buruh,” ujar Yassierli saat menghadiri Rapat Komite terkait pelaksanaan program dan kegiatan BP Tapera Tahun 2026 di Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Dalam forum tersebut, Menaker menegaskan kesiapan Kemnaker untuk membantu BP Tapera melakukan pemetaan kebutuhan program secara lebih komprehensif. Pemetaan itu mencakup besaran kebutuhan, penyusunan grand design, penentuan lokasi, hingga preferensi hunian para pekerja.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya Kemnaker juga telah mendukung sosialisasi program BP Tapera di 10 titik guna meningkatkan pemahaman dan partisipasi pekerja terhadap skema tabungan perumahan tersebut.
Menurutnya, masih terdapat potensi yang dapat terus dioptimalkan dalam pelaksanaan program. Karena itu, Kemnaker mendorong BP Tapera untuk memperluas kemitraan dengan berbagai pihak agar harapan buruh terhadap akses hunian layak dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.
Rapat komite tersebut turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, serta pimpinan BP Tapera.
Penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah pada tahun pelaksanaan 2026, sekaligus menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar pekerja—termasuk hunian layak—merupakan prioritas dalam agenda perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja nasional. (P-*r/gr)
Baca Juga
IHSG sepekan turun 0,47 persen, kapitalisasi pasar Rp12.070 triliun
05 Jul 2025
Ekbis ekonomi Menteri Ketenagakerjaan
Pos Terkait
Libur Maulid Nabi, seluruh hotel di Anyer-Cinangka terisi penuh
Spanyol benamkan Turki 6-0, Jerman berada di jalur kemenangan
Peningkatan ketegangan terjadi di Timur Tengah, Menlu AS dan China berbicara via telepon
Waduh !!! Terus bertambah, korban tewas kebakaran sumur minyak ilegal di Blora
Djamari Chaniago: Fasilitas di IKN sudah siap dukung pemindahan pemerintahan
Permohanan praperadilan ditolak, Nadiem Makarim: Saya menerima hasilnya
Pos Terkait
1 tahun lalu
Gedung Putih jelaskan kenapa Rusia-Korut tidak terkena tarif Trump
2 bulan lalu
Polisi amankan pelaku perampokan dan pembunuhan di Bekasi
1 tahun lalu
Kabar baik di awal 2025, APBN 2024 ditutup relatif sehat dan aman
9 bulan lalu
WhatsApp mulai uji fitur baru tautkan Instagram terverifikasi
1 tahun lalu
Pramono: “Saya penganut monogami, ASN di Jakarta jangan pernah berpikir mendapatkan poligami di era saya!”
1 tahun lalu
Libur Nataru, wisman yang masuk ke Indonesia diprediksi capai 1,32 juta orang