Latar Media - KabarDKI.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan fasilitas gedung dan jumlah tenaga untuk program Sekolah Rakyat terus bertambah. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih memetakan kebutuhan tambahan guru di sejumlah daerah. Proses tersebut dilakukan bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta kementerian terkait.
“Kami masih membahas kebutuhan guru bersama BKN, karena di beberapa titik memang masih terdapat kekurangan tenaga pengajar,” ujar Saifullah saat menghadiri acara buka puasa bersama guru dan siswa Sekolah Rakyat di ICE BSD, Jumat (27/2).
Gup Ipul menegaskan, seluruh guru Sekolah Rakyat direkrut melalui proses seleksi ketat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama BKN, dengan pendampingan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Para tenaga pendidik tersebut merupakan guru bersertifikat yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Sebagian besar guru berusia di bawah 30 tahun dan dinilai memiliki kemampuan mengajar yang memadai. “Rata-rata guru masih muda dan sudah menjalani masa adaptasi selama enam bulan terakhir,” jelasnya.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah saat ini tengah membangun gedung permanen Sekolah Rakyat di 104 lokasi. Setiap lokasi dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selama masa rintisan, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan berbagai fasilitas milik Kementerian Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, balai pendidikan, serta gedung milik pemerintah daerah.
Ke depan, setelah pembangunan rampung, siswa akan dipindahkan ke gedung baru yang dilengkapi asrama siswa dan guru, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, aula, serta sarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler.