Kedatangan Raja Salman di Indonesia Memicu Beragam Reaksi di Media Sosial
Kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Indonesia pada hari Rabu, 1 Maret 2023, menjelang tengah hari waktu Jakarta, telah menarik perhatian pengguna media sosial di seluruh negeri. Berbagai reaksi langsung muncul, terutama di platform Twitter, di mana sekitar 1.900 cuitan terkait ucapan selamat datang mengalir.
Di antara mereka yang menyampaikan sambutan adalah penulis dan anggota Partai Demokrat, Ulil Abshar-Abdalla. Pengguna Twitter lainnya, Zila Rizkiyah dari Tuban, juga turut berkontribusi dengan mengunggah foto tulisan tangan yang dibuatnya untuk menyambut kedatangan Raja Salman, di mana di latar belakang terlihat teman-temannya sedang belajar.
Respon dari Gubernur DKI Jakarta
Salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan adalah foto yang menunjukkan Raja Salman bersalaman dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang biasa dikenal sebagai Ahok. Foto tersebut diunggah oleh Ahok melalui akun Instagram dan Twitter resminya, dan mendapatkan respon luar biasa dengan 4.800 retweet di Twitter.
Meskipun Ahok menyambut Raja Salman dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Jakarta, foto tersebut juga mendapat perhatian karena konteks kasus penistaan agama yang sedang menimpa dirinya. Pendukung Ahok, Ahmad Sahal, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Harvard, turut menanggapi situasi ini melalui cuitannya.
Kontroversi dan Sindiran di Media Sosial
Ketika beredar kabar bahwa Raja Salman akan bertemu dengan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, foto Ahok dan Raja Salman pun dilihat dalam konteks persaingan antara Ahok dan Shihab. Beberapa netizen tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membuat sindiran, termasuk meme yang dibuat oleh wartawan Hasief Ardiasyah dan produser film Kemal Arsjad, yang berisi sindiran terhadap Rizieq Shihab.
Isu Kerja Sama dan Perlindungan Tenaga Kerja
Di sisi lain, beberapa netizen menggunakan platform media sosial untuk menyampaikan isu-isu yang lebih substantif terkait kunjungan Raja Salman. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya kesempatan ini untuk membangun kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi. Iskandar, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri tenaga kerja, mengingatkan perlunya perlindungan tenaga kerja Indonesia di negara tersebut.
Anggota DPD DKI, AM Fatwa, juga menekankan harapannya agar Indonesia dapat memanfaatkan kunjungan ini, terutama dalam hal perlindungan dan kesejahteraan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kunjungan Raja Salman diharapkan dapat mendatangkan keuntungan bagi kedua negara, dengan kabar bahwa Arab Saudi siap berinvestasi sebesar US$25 miliar di Indonesia.
Meski demikian, masih belum jelas apakah isu perlindungan TKI, termasuk dari ancaman hukuman mati, akan menjadi agenda dalam pembicaraan antara kedua negara. Namun, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan komitmen dari Arab Saudi untuk melindungi warga Indonesia di sana 'seperti warga Saudi sendiri.'




