Latar Media - JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri agenda buka puasa bersama keluarga besar Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang digelar di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Minggu (1/3). Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergisitas antara institusi kepolisian dengan elemen buruh di tanah air.
Dalam sambutannya, Jenderal Listyo Sigit menekankan bahwa hubungan harmonis yang telah terjalin selama ini merupakan aset penting bangsa. Ia menggarisbawahi peran strategis Desk Ketenagakerjaan sebagai wadah komunikasi intensif untuk menjembatani berbagai persoalan buruh dengan solusi yang tepat dan cepat.
Desk Ketenagakerjaan: Jembatan Aspirasi dan Solusi
Kapolri menyatakan bahwa kehadiran Polri dalam dinamika ketenagakerjaan bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan sebagai mitra dialog. Melalui Desk Ketenagakerjaan, Polri berkomitmen untuk terus membuka ruang diskusi guna menyerap aspirasi para pekerja secara langsung.
“Kegiatan buka bersama ini adalah wadah untuk terus meningkatkan silaturahmi yang telah terjalin antara serikat buruh dengan Polri, khususnya melalui optimalisasi peran Desk Ketenagakerjaan guna memastikan komunikasi berjalan dua arah,” ujar Kapolri.
Sinergi untuk Stabilitas Kamtibmas
Di hadapan pengurus dan anggota KSBSI, Kapolri juga menitipkan pesan penting mengenai stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Ia mengajak seluruh elemen buruh untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang menuntut kesolidan internal bangsa.
Menurutnya, sinergisitas antara buruh dan Polri adalah kunci utama agar iklim investasi dan produktivitas nasional tetap terjaga. Jika Kamtibmas kondusif, maka roda ekonomi akan berputar maksimal, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan buruh itu sendiri.
Komitmen Polri: Mengawal Perjuangan Hak Buruh
Lebih lanjut, Jenderal Listyo Sigit memberikan jaminan bahwa Polri akan terus mendukung setiap langkah elemen buruh dalam memperjuangkan hak-haknya secara konstitusional. Ia memastikan Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan pengawalan agar setiap aspirasi dapat tersampaikan dengan baik tanpa gangguan.
Berikut adalah poin-poin komitmen Polri dalam mendukung elemen buruh:
Pengawalan Konstruktif: Mendampingi proses penyampaian pendapat agar tetap berada dalam koridor hukum.
Penegakan Hak: Memastikan tidak ada pelanggaran hak-hak dasar buruh yang terabaikan.
Bingkai Persatuan: Mendorong penyelesaian masalah melalui jalur dialog demi menjaga keutuhan Bangsa Indonesia.
“Yang paling terpenting adalah bagaimana perjuangan ini tetap berada dalam bingkai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Kita harus kuat dari dalam agar tidak mudah terpecah belah oleh situasi apa pun,” tegasnya.
Acara yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan seluruh pekerja di Indonesia.
Tim Redaksi