Kapolri Dorong Sinergi Polri dan Buruh untuk Stabilitas Ekonomi Nasional
Sosial

Kapolri Dorong Sinergi Polri dan Buruh untuk Stabilitas Ekonomi Nasional

Latar Media - JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mempertegas komitmen korps Bhayangkara dalam mengawal serta menjamin pemenuhan hak-hak serikat buruh di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan aspirasi pekerja tetap tersalurkan secara konstruktif dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam arahannya, Kapolri menyoroti bahwa sinergi antara Polri dan elemen buruh merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Stabilitas ini, menurut Jenderal Listyo, adalah prasyarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi nasional, terutama saat Indonesia dihadapkan pada dinamika dan tantangan situasi global yang penuh ketidakpastian.

Mengawal Hak dalam Bingkai Konstitusional

Polri memastikan bahwa setiap perjuangan hak buruh akan terus mendapatkan dukungan dan pengawalan. Namun, Jenderal Listyo menitipkan pesan agar setiap pergerakan dilakukan dengan cara-cara yang membangun dan tidak mencederai kepentingan nasional yang lebih besar.

“Kita tetap menitipkan agar semuanya berjalan dengan konstruktif sehingga kemudian semuanya bisa kita jaga dan yang paling utama bagaimana persatuan dan kesatuan terus bisa kita kelola, kita jaga di tengah situasi global,” tutur Kapolri saat menghadiri agenda buka puasa bersama Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan.

Stabilitas Keamanan: Modal Utama Investasi

Kapolri menjabarkan bahwa ketika situasi keamanan terkendali, iklim investasi akan tetap terjaga. Hal ini secara langsung berdampak pada ketersediaan lapangan kerja dan kesejahteraan buruh itu sendiri. Dengan menjaga komunikasi yang intensif antara aparat penegak hukum dan serikat pekerja, potensi konflik dapat dimitigasi sejak dini melalui dialog yang inklusif.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus kolaborasi Polri dan elemen buruh meliputi:

Pengamanan Ruang Penyampaian Pendapat: Menjamin aksi massa berjalan aman, tertib, dan sesuai regulasi.

Perlindungan Hak Pekerja: Memastikan iklim kerja yang kondusif tanpa adanya intimidasi dari pihak manapun.

Manajemen Konflik Industrial: Mengedepankan restorative justice dan mediasi dalam menyelesaikan perselisihan antara buruh dan pemberi kerja.

Menjaga Persatuan di Tengah Krisis Global

Menutup pernyataannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen buruh untuk menjadikan momentum kebersamaan ini sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan nasional. Di tengah tekanan ekonomi global, soliditas domestik menjadi senjata utama agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi mampu terus melaju positif dalam peta ekonomi dunia.

Acara buka puasa bersama yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bukti nyata adanya pencairan sekat komunikasi antara institusi Polri dan para penggerak roda ekonomi bangsa, yakni kaum buruh.

Tim Redaksi

You can share this post!