Journaling dan Tadabbur Ayat: Menemukan Ketenangan di Bulan Ramadan
Lifestyle

Journaling dan Tadabbur Ayat: Menemukan Ketenangan di Bulan Ramadan

Latar Media - Hobi saya ini bermula sejak kecil senang nulis buku diary. Seiring berjalannya waktu, pelan-pelan menulis buku harian berubah menjadi planner hingga bullet journal. Namun, kesibukan menjadi ibu rumah tangga membuat hobi ini pun ikut berubah lagi dengan kegiatan menempelkan stiker.

Bermula ada sebuah video yang muncul di timeline dari orang bule (orang luar Indonesia) sedang asik nge-journal tetapi hanya menempelkan stiker saja. Saya tertarik karena toh tulisan tidak perlu banyak. Bahkan tulisan juga dalam bentuk stiker. Akhirnya sampai sekarang menjadi hal menyenangkan dilakukan.

Masuk Ramadan Bertambah dengan Tadabbur Ayat

Sebenarnya agak ragu di awal karena takut salah memahami ayat. Namun, saya kemudian kembali lagi pada kepercayaan diri bahwa setiap yang kita tulis setidaknya menjadi pelajaran bagi diri sendiri dulu. Persoalan orang lain tidak tergugah atau bahkan menghujat, itu bukan sesuatu yang bisa dikendalikan. Kita hanya bisa berusaha yang terbaik. Penilaian orang bukan sesuatu yang harus jadi penghalang untuk berbuat baik.

Ya, bagi saya, tadabbur ayat di buku journal itu sesuatu. Tidak hanya bisa menuliskan ayat dan artinya tetapi juga mengambil pelajaran dari ayat tersebut. Bahkan bisa melakukan refleksi agar hidup terus berjalan dengan baik.

Jadi, Ramadan kali ini saya menambah tema journaling dengan berupaya ada tadabbur ayat. Tidak harus satu hari satu ayat selama Ramadan. Soalnya saya juga mengejar khatam Qur'an. Kalau dipaksakan khawatir tidak maksimal dalam menuliskannya. Kasihan juga yang membacanya khawatir juga salah tafsir dan salah memahami makna ayat.

Dilakukan pelan-pelan saja tanpa beban. Jika Ramadan selesai dan jumlah ayatnya tak genap 30, tidak apa-apa. Selama ayat yang ditadabburi mampu memberikan ruang di hati dan pikiran untuk makin dekat dengan Allah, itu akan jauh lebih baik.

Perkuat Motivasi dengan Komunitas

Biasanya hobi akan makin semangat dijalani jika bersama dengan orang-orang yang punya ketertarikan sama. Saling memotivasi bahkan saling memberikan hadiah itu sesuatu yang sayang dilewatkan. Nah, untuk journaling sendiri, saya baru tahu kalau di Surabaya ada komunitasnya.

Pertama kali ikutan dan ternyata vibes positif sangat terasa. Bahkan ketagihan untuk ikut agenda selanjutnya. Sama seperti hari ini, 8 Maret 2026, saya ikut agenda nge- journal bareng dengan teman-teman yang se-frekuensi. Bahkan teman yang ikutan setiap pekannya tidak pasti siapa.

Senangnya, nge- journal tetapi kita kemudian bisa melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Selalu ada tema dan hal baru yang ditawarkan. Pastinya semua dituangkan dalam journal. Itulah mengapa banyak yang memilih journaling sebagai healing termurah karena mudah dilakukan, semua bisa dan semua punya keunikan masing-masing.

You can share this post!