Latar Media - Jerman meminta Uni Eropa (UE) untuk mempersiapkan misi baru sebagai pengganti Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) yang mandatnya berakhir pada 31 Desember 2026. Usulan ini dimaksudkan untuk mencegah kekosongan keamanan di wilayah selatan Lebanon setelah misi PBB tersebut berakhir.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyatakan dorongan agar UE mengevaluasi kemungkinan pembentukan misi dengan mandat Eropa. Wadephul menekankan pentingnya memastikan tidak ada kekosongan keamanan yang terjadi setelah UNIFIL berakhir.
Wadephul menjelaskan bahwa keberadaan pasukan Eropa dapat menciptakan kondisi yang aman bagi militer Israel untuk mundur dari wilayah selatan Lebanon, serta mencegah Hizbullah melakukan aksi teror. Jerman baru-baru ini memperpanjang partisipasi militernya dalam misi UNIFIL untuk terakhir kalinya. Efektivitas UNIFIL sejak dibentuk pada 1978 sering dipertanyakan, terutama setelah pasukan Israel bergerak lebih dalam ke wilayah Lebanon pada Mei lalu.
Berbeda dengan UNIFIL yang menempatkan pasukan secara fisik, pendekatan UE diharapkan lebih fokus pada pelatihan dan dukungan taktis bagi militer Lebanon agar dapat mengamankan wilayahnya sendiri.
Pemerintah Lebanon menyatakan dukungannya terhadap rencana misi yang dipimpin oleh UE. Wadephul mencatat bahwa konsolidasi politik di Beirut memberikan sinyal positif bagi stabilitas kawasan. Meskipun demikian, faksi Hizbullah yang didukung oleh Iran menunjukkan skeptisisme terhadap peran diplomatik Amerika Serikat dalam menyelesaikan konflik.
Perwakilan diplomatik Lebanon dan Israel baru saja menyelesaikan putaran keenam pembicaraan di Roma, Italia, yang membahas rencana pembentukan zona percontohan di Lebanon selatan. Dalam skema ini, pasukan Israel diharapkan mundur secara bertahap dengan imbalan pelucutan senjata Hizbullah. Negosiasi ini merupakan bagian dari upaya untuk meredakan konflik yang meningkat sejak Maret 2026, dengan keterlibatan UE diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas Timur Tengah dan menjaga hubungan bilateral yang seimbang.