Latar Media - Pemerintah India melarang penempatan pelautnya di kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz setelah dua pelaut India tewas dan beberapa lainnya mengalami luka akibat serangan di kawasan tersebut dalam tiga hari terakhir.
Direktorat Jenderal Perkapalan India mengeluarkan perintah pada Rabu (15/7/2026) malam untuk menghentikan penempatan pelaut India di kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Keputusan ini diambil menyusul serangan-serangan baru-baru ini yang meningkatkan risiko bagi keselamatan pelaut.
Ketegangan di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, semakin meningkat dengan pertempuran yang terjadi. Iran telah menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menargetkan kapal-kapal yang melintasi tanpa izin dari Teheran. Selat Hormuz merupakan jalur transit yang sangat vital, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melaluinya.
Penutupan Selat Hormuz berpotensi mengguncang pasar energi global, yang sangat berdampak pada India sebagai salah satu importir minyak terbesar. Keputusan pemerintah India ini mencerminkan perhatian terhadap keselamatan pelautnya di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.