Latar Media - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, berkantor di Kepulauan Nias untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di wilayah tersebut.
Pada 21 Juli 2026, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, mengungkapkan fokus pembangunan yang diarahkan oleh Gubernur Bobby Nasution. Tiga sektor krusial diutamakan, yaitu infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas pendidikan, serta pelayanan kesehatan dasar.
Gubernur memastikan rekonstruksi jalan penghubung Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat akan dimulai pada Agustus 2026, setelah meninjau langsung kondisi jalan yang rusak parah. Pembangunan tahap awal sepanjang 2,3 kilometer menjadi prioritas. Selain itu, aspirasi masyarakat terkait pembangunan jaringan irigasi untuk 500 hektare sawah juga diterima, mengingat banyak saluran irigasi tidak berfungsi optimal.
Di Kota Gunungsitoli, perbaikan lantai Jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso direncanakan dimulai tahun ini untuk mengatasi kemacetan dan memperlancar akses ke Kabupaten Nias Utara. Di sektor pendidikan, Pemprov Sumut merelokasi SMK Negeri 1 Gido ke lokasi yang lebih aman dari ancaman banjir, dengan target pembangunan tahap pertama selesai November 2026. Anggaran Rp5 miliar telah dihibahkan untuk akses jalan menuju lokasi baru.
Pemprov juga mempercepat rekonstruksi SMAN Unggulan Sukma Nias dengan anggaran Rp87 miliar, ditargetkan selesai Desember 2026. Di bidang kesehatan, peningkatan status Puskesmas Mandrehe menjadi prioritas dengan penambahan kapasitas tempat tidur rawat inap dari dua menjadi 10 bed dan fasilitas baru.
Selain infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, pembangunan gudang logistik juga digagas untuk menjaga ketersediaan komoditas strategis di Kepulauan Nias, yang diharapkan menjadi pusat distribusi barang di wilayah kepulauan.