FSPMI Desak Pendirian Fasilitas Daycare di Perusahaan Jepara
Sosial

FSPMI Desak Pendirian Fasilitas Daycare di Perusahaan Jepara

Latar Media - JEPARA, diswayjateng.com - Minimnya keberadaan Daycare atau fasilitas penitipan anak di perusahaan, memicu keprihatinan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) JEPARA.

Atas kondisi itu, FSPMI Jepara akhirnya mendesak Bupati Jepara untuk berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan merealisasikan program nasional daycare tersebut.

FSPMI menegaskan, kehadiran fasilitas Daycare membuat para pekerja bisa bekerja dengan lebih tenang. Selain itu, kebutuhan gizi anak juga bisa terpenuhi secara optimal.

Usulan ini terungkap dalam audiensi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dengan Bupati Jepara Witiarso Utomo di ruang kerja bupati.

Salah satu perwakilan FSPMI Jepara, Yohanes mengatakan, keberadaan daycare di lingkungan perusahaan sangat penting untuk segera direalisasikan di Jepara.

“Daycare ini sangat penting. Dengan adanya fasilitas tersebut, para pekerja bisa bekerja dengan lebih tenang dan kebutuhan anak juga bisa terpenuhi secara optimal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh salah satu pekerja PT Sami, Yeni Pujiastuti. Sebab waktu kerja yang cukup panjang terlebih saat harus lembur, membuat waktu kebersamaan dengan anak menjadi sangat terbatas.

“Kurangnya waktu bersama anak, apalagi saat overtime, membuat kedekatan emosional dengan anak menjadi kurang,” tuturnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Witiarso berjanji merealisasikan program daycare di perusahaan yang ada di Bumi Kartini.

Witiarso mengaku segera pro aktif berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan untuk merealisasikan program nasional daycare tersebut.

“Nanti kita datangi semua perusahaan dan kita sampaikan program nasional daycare ini. Ini juga bertujuan untuk mencegah stunting serta menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Terkait teknis pelaksanaan (juknis) pendirian Daycare, Witiarso segera membahasnya kembali. Salah satunya memanggil manajemen perusahaan untuk membahas implementasi program tersebut.

Menurut Witiarso, skema yang dirancang dalam pendirian Daycare mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

You can share this post!