Festival Seni Lintas Budaya 2026: Pertunjukan Budaya dari Jerman dan Indonesia
Hiburan

Festival Seni Lintas Budaya 2026: Pertunjukan Budaya dari Jerman dan Indonesia

Latar Media - Festival Seni Lintas Budaya 2026 menampilkan beragam pertunjukan budaya dari dalam dan luar negeri, termasuk lagu tradisional Jerman dan tarian dari Sulawesi Selatan, di Plaza Internatio, Surabaya.

Awal Kejadian

Pada 10 Juli 2026, lagu tradisional Jerman berjudul 'Die Gedanken sind frei' dinyanyikan oleh sekelompok penampil yang mengenakan busana tradisional. Meskipun banyak penonton yang tidak memahami bahasa Jerman, mereka menikmati penampilan tersebut. Lazaros Keskinidis, salah satu penampil, menyatakan bahwa lagu ini mengisahkan pentingnya kebebasan berpikir.

Perkembangan

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah tarian Ujung Lero dari Sulawesi Selatan. Lima penari dari Sanggar Seni Lasinrang mempersembahkan tarian ini dengan pakaian tradisional dan hiasan rambut berwarna emas. Zainal, perwakilan sanggar, menjelaskan bahwa mereka ingin memperkenalkan daerah penghasil tenun terbaik di Kabupaten Pinrang. Meskipun menempuh perjalanan panjang dari Pinrang ke Surabaya, tim merasa senang bisa memperkenalkan budaya mereka.

Selanjutnya, Tari Kecak menjadi sorotan utama festival. Pertunjukan ini melibatkan 33 penari dari Sanggar Seni Ekanta Swavita Budaya (ESB), menggambarkan kisah Ramayana dengan suara 'cak... cak... cak...' yang khas. Penampilan ini berhasil memukau penonton dengan kekompakan dan kekuatan cerita yang disajikan. Nyoman Tri Putra, koordinator bidang seni ESB, mengungkapkan bahwa latihan untuk pertunjukan ini dilakukan sebanyak empat kali.

Kondisi Terakhir

Penonton memberikan tepuk tangan meriah setelah penampilan Tari Kecak. Beberapa pengunjung, seperti Intan Septiawati dan Rifki Akmal, mengapresiasi keberagaman pertunjukan yang ditampilkan dalam festival ini, menyatakan bahwa acara tersebut jarang terjadi di Surabaya.

You can share this post!