Festival Rajabiyyah 2026: Santri Tebuireng Tunjukkan Bakat Keagamaan
Tebuireng.online- Ratusan santri Pesantren Sains Tebuireng menyemarakkan gelaran Festival Rajabiyyah 2026 yang berlangsung sejak 24 hingga 29 Januari 2026. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi para santri untuk mengeksplorasi bakat keagamaan sekaligus memperingati momentum Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Rangkaian kompetisi yang wajib diikuti oleh perwakilan setiap kelas ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Santri putra memusatkan kegiatan di Masjid Salahuddin Al-Ayyubi, sementara santri putri bertempat di Asrama GS.
Festival Rajabiyyah tahun ini menghadirkan berbagai cabang lomba yang kompetitif, mulai dari Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), Cerdas Cermat Diniyah, hingga Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Selain itu, terdapat pula lomba Praktikum Fikih dan Festival Banjari yang menambah kemeriahan acara.
Ketua Panitia Putri, Ustadzah Lathiva, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merefleksikan peristiwa agung Isra Mikraj yang terjadi pada malam 27 Rajab.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan bakat, semangat, dan kreativitas para santri dapat terus berkembang dalam mendalami ajaran Islam. Ini juga menjadi sarana perenungan guna membentuk pribadi santri yang lebih bertakwa,” ujar Ustadzah Lathiva.
Para santri menyambut positif kegiatan ini. Selain sebagai ajang unjuk kemampuan, Festival Rajabiyyah dianggap sebagai sarana pembelajaran yang menarik sekaligus hiburan edukatif di tengah padatnya tugas akademik.
Dukungan penuh juga datang dari jajaran pimpinan pondok. Pihak pesantren menilai festival ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih aplikatif dibandingkan dengan kegiatan diniyah di dalam kelas.
Setelah rangkaian lomba usai, pembagian hadiah bagi para pemenang dilaksanakan pada 2 Februari 2026. Seluruh rangkaian peringatan Isra Mikraj ini kemudian ditutup dengan malam puncak yang digelar pada Kamis (05/02/2026).
Acara puncak tersebut dihadiri oleh seluruh santri putra dan putri dengan agenda utama Mau’izhah Hasanah yang disampaikan oleh Gus Hasyim. Dalam ceramahnya, Gus Hasyim memberikan pesan-pesan spiritual terkait makna perjalanan Nabi Muhammad SAW yang harus diimplementasikan oleh para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak panitia menyatakan kesyukuran atas kelancaran acara tahun ini. Agenda rutin tersebut dipastikan akan terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi sains yang tetap memegang teguh nilai-nilai turats dan keislaman.




