Festival Katong Orang Basudara: Merayakan Keberagaman dan Budaya di Maluku
Hiburan

Festival Katong Orang Basudara: Merayakan Keberagaman dan Budaya di Maluku

Daerah

AMBON, Siwalima.id - Sanggar Amarissa bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku akan menggelar festival Katong Orang Basudara pada, Jumat (27/2).

Festival yang mengusung tema “Harmoni dalam Keberagaman, Les­tari dalam Budaya,” ini mengha­dirkan dua agenda utama, yakni dialog bu­daya dan pentas seni lintas komunitas.

Kegiatan dialog budaya akan ber­langsung di Baileo Oikumene de­ngan menghadirkan pembicara dari berbagai unsur strategis,” jelas Ketua Sanggar Amarissa, Marthen Pattilea­mo­nia dalam rilis yang diterima Siwa­lima, Rabu (25/2).

Ia menjelaskan, pembicara yang akan dihadirkan diantaranya perwa­ki­lan Pemerintah Daerah, unsur Kepolisian, Sinode Gereja Protestan Maluku, MUI Maluku, serta buda­yawan Maluku.

“Forum ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama untuk merawat nilai-nilai hidup orang basudara yang telah lama menjadi kekuatan sosial masyarakat Maluku,” ujarnya.

Sementara itu, festival akan ber­lanjut dengan pentas seni digelar di Monumen Gong Perdamaian Dunia. Dimana beragam penampilan dari komunitas budaya, lembaga keaga­maan, musisi Maluku, hingga lem­baga pendidikan akan memeriahkan acara tersebut. “Pentas seni ini menjadi simbol kolaborasi lintas iman dan lintas generasi dalam menjaga warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat,”ujarnya.

Dia mengaku, festival ini menda­pat dukungan dari Kementerian Ke­budayaan serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dalam skema program pemanfaatan ruang publik.

Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen negara dalam memperkuat ekosistem kebudayaan di daerah.

Ia mengatakan, festival ini bukan sekadar perayaan seni, melainkan gerakan kultural untuk memperkuat rasa toleransi dan memperkokoh budaya hidup orang basudara di tengah dinamika keberagaman.

“Festival ini menjadi ruang per­jumpaan, ruang dialog, sekaligus ruang ekspresi budaya yang me­nyatukan kita semua dalam sema­ngat persaudaraan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali menyadari bahwa keberagaman bukanlah pe­misah, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama. (S-25)

You can share this post!