Latar Media - Festival Asia Afrika 2026 akan berlangsung pada 10–12 Juli, menampilkan pertunjukan seni dan budaya serta mengedepankan diplomasi budaya dan kopi. Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan kelancaran acara ini.
Pemerintah Kota Bandung, di bawah pimpinan Wali Kota Muhammad Farhan, telah mengumumkan persiapan untuk Festival Asia Afrika 2026. Acara ini tidak hanya akan menyajikan pertunjukan seni, tetapi juga bertujuan untuk mempromosikan nilai inklusivitas dan diplomasi budaya.
Untuk mendukung kelancaran festival, Pemkot Bandung akan menyediakan kantong parkir di titik-titik strategis dan melakukan rekayasa lalu lintas yang sedang difinalisasi oleh Dinas Perhubungan dan Polrestabes Bandung. Farhan menekankan pentingnya penertiban parkir liar dan pungutan parkir ilegal selama festival berlangsung.
Farhan juga menyatakan bahwa seluruh kebutuhan penyelenggaraan telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, meskipun konsep acara disederhanakan untuk efisiensi anggaran. Ia memastikan bahwa meski lebih sederhana, kualitas acara tetap terjaga.
Rangkaian kegiatan festival akan dimulai dengan simposium tentang pengusulan Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO. Pada malam pertama, Pemkot Bandung akan menggelar jamuan makan malam dengan 25 duta besar dari negara-negara Asia dan Afrika, memperkenalkan diplomasi kopi. Kegiatan akan dilanjutkan dengan History Walk dan pawai budaya, diikuti oleh pertunjukan seni dan bazar hingga Minggu, 12 Juli. Farhan menekankan bahwa semangat Festival Asia Afrika harus tetap hidup dan melibatkan komunitas lokal.