Latar Media - Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia menarik perhatian publik setelah menyisipkan azan sebagai pembuka cerita. Ini merupakan kali pertama elemen azan dimasukkan dalam produksi Science SARU, yang sebelumnya dikenal lewat karya anime Dandadan.
Anime ini berlatar belakang abad ke-13, saat Kekaisaran Mongol berkuasa. Meskipun berjudul Mongolia, bagian awal cerita menggambarkan kota Tus yang terletak di Persia, kini merupakan wilayah otonom di Iran. Cerita berfokus pada seorang perempuan muda bernama Sitara, bukan pada penguasa Mongol.
Kata 'witch' dalam judul merujuk pada kecerdasan dan kemampuan karakter utama dalam strategi politik, serta kemampuannya membaca situasi di tengah konflik, bukan pada kemampuan sihir yang sesungguhnya.
Karakter Sitara diisi suaranya oleh Akira Sekini. Seiyu lainnya termasuk Houko Kuwashima sebagai Fatima, Ryota Suzuki sebagai Tolui, Miyu Irino sebagai Shira, dan Jun Saito sebagai Muhammad, putra Fatima.
Jun Saito melakukan debut pertamanya di industri anime televisi melalui karakter Muhammad. Sebelumnya, ia dikenal di dunia film dan drama. Karakter Muhammad dianggap memiliki peran penting dalam mengajarkan Sitara mengenai pentingnya pendidikan sebelum ia memulai petualangan.
Anime ini diadaptasi dari manga berjudul A Witch Life in Mongol karya komikus anonim Tomato Soup. Manga tersebut diterbitkan di situs web Souffle (Akitashoten Group) dan meraih penghargaan pertama dalam kategori mangaka perempuan di ajang Kono Manga ga Sugoi! edisi 2023.