DPRD Kotim Tanggapi Serius Infrastruktur dan Penyakit Masyarakat di Baamang
Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyoroti serius masalah infrastruktur dan tingginya angka penyakit masyarakat di Kecamatan Baamang yang mendesak untuk ditangani.
“Di Kecamatan Baamang secara garis besar hampir sama dengan Kecamatan Seranau, masalah utamanya berkaitan dengan infrastruktur dan bagaimana untuk memberantas penyakit masyarakat,” kata Anggota DPRD Kotim Abdul Kadir di Sampit Jumat.
Hal ini ia sampaikan sehubungan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Baamang yang sebagian besar aspirasinya mengenai infrastruktur dan penyakit masyarakat, terutama berkaitan dengan narkoba.
Kadir yang merupakan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kotim, meliputi Kecamatan Seranau dan Baamang, turut mengawal setiap aspirasi yang masuk dari masyarakat pada kegiatan musrenbang tersebut.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan bahwa kondisi infrastruktur di Baamang, terutama terkait sarana drainase sangat perlu pembenahan guna mencegah banjir yang kerap mengancam pemukiman warga.
Contohnya, belum lama ini beberapa ruas jalan di Baamang terendam banjir akibat air pasang dan curah hujan tinggi. Kondisi itu bertahan beberapa hari sebelum surut. Pasalnya, surutnya debit air yang tergolong lama itu dipengaruhi aliran drainase yang tak lancar.
“Jadi kami bersepakat dengan pemerintah daerah untuk membenahi drainase di Baamang, terutama di Jalan Muchran Ali dan Christopel Mihing. Langkah ini sangat penting untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah tersebut,” ujar Kadir.
Selain, ia memberikan perhatian khusus terhadap pemberantasan penyakit masyarakat, terutama peredaran narkoba dan minuman keras (miras). Berdasarkan data kepolisian, Baamang tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi di Kotim.
“Kalau laporan pribadi banyak, apalagi data di Polsek itu Baamang tertinggi untuk peredaran narkoba dan miras. Sering terjadi beberapa kasus di sana, ini hal penting yang harus segera kita berantas secara menyeluruh,” bebernya.
Disamping itu, ia juga menyoroti masih maraknya pedagang dadakan di bahu jalan, Kadir meminta Pemkab Kotim untuk mencari solusi yang bijak. Penertiban diharapkan dilakukan di berbagai titik, termasuk kawasan Pasar Keramat, tanpa mematikan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan, bahwa pihaknya tidak menghalangi orang mencari rezeki. DPRD Kotim selalu mendukung usaha masyarakat, namun penataan harus tetap dilakukan demi ketertiban bersama.
“Maka dari itu, kami berharap adanya koordinasi intensif antara pihak kecamatan, aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Sinergi ini diperlukan agar pembangunan fisik dan kondisi sosial di Kecamatan Baamang dapat berjalan beriringan dengan lebih baik,” demikian Kadir.




