Latar Media - JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki pekerjaan yang sesuai dengan hobi tentu saja menjadi impian banyak orang, salah satunya pria bernama Chandra (35).
Chandra berhasil mewujudkan hobi menyelamnya sebagai ladang rezeki yang dapat menghidupi keluarganya di rumah.
Pria tersebut mengaku, hampir tujuh tahun lamanya bekerja di balik akuarium raksasa SeaWorld, Ancol, Jakarta Utara.
Perjalanan kariernya di dunia kerja tentu saja tidak langsung diawali sebagai penyelam handal.
"Dari kerja pabrik jadi banting setir sebagai penyelam. Ini hobi yang akhirnya bisa jadi ladang penghasilan," ucap Chandra ketika diwawancarai Kompas.com di SeaWorld, Selasa (10/3/2026).
Ia sudah menyukai dunia penyelaman sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sejak itu, Chandra dan teman-temannya sering kali pergi menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut.
Sangat menyukai dunia menyelam, ia memutuskan untuk membuat sertifikasi agar bisa lebih aman ketika menyelam di laut, karena sudah terlatih.
Dengan modal sertifikasi itu, akhirnya Chandra memberanikan diri untuk melamar sebagai penyelam di SeaWorld Ancol.
"Kalau untuk profesi memilih penyelaman karena saya senang dengan penyelaman, jadi hitung-hitung bekerja sambil bermain, kebetulan sehati di Ancol lagi buka lowongan penyelam saya masuk," sambung Chandra.
Tantangan yang dihadapi
Meski sudah bersertifikasi dan sering menyelam di laut, Chandra tetap menghadapi berbagai tantangan ketika pertama kali bekerja di SeaWorld.
Namun, ia berusaha untuk memberanikan diri agar bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Salah satu tantangan yang dialami adalah sensasi menyelam di akuarium raksasa SeaWorld dengan laut tentu saja jauh berbeda.
Jika di laut, para penyelam masih sering kesulitan untuk bertemu dengan beragam jenis ikan, karena sering kali menghindar ketika didekati manusia.
Sedangkan ketika berenang di akuarium SeaWorld ribuan ikan langsung mendekati penyelam.
"Kalau di Seaworld ini malah ikan yang mendekat secara tidak langsung ketakutan kita akan bertambah apalagi ada ikan hiu yang terbilang ganas seperti black tip, jadi kita harus menyesuaikan itu dulu pertama," tutur Chandra.
Chandra mengatakan, ada sekitar 175 spesies biota dengan total sekitar 8.000 ikan yang ada di akurium utama SeaWorld dan harus ia pahami karakteristiknya masing-masing.
Untuk memahami karakteristik para biota yang ada di akurium tentu saja tidak mudah dan membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Tak jarang, para penyelam juga harus berdiskusi dengan dokter hewan untuk memahami karakteristik dari setiap biota yang ada.
Dengan memahami karakteristik biota tersebut, para penyelam akan tahu apa yang harus dilakukan agar tetap aman ketika bertemu dengan ikan mematikan seperti hiu sekalipun.
Lihat Foto