Dari Hobi Menjadi Prestasi dan Ekonomi bagi Pengrajin Layang-Layang
Lifestyle

Dari Hobi Menjadi Prestasi dan Ekonomi bagi Pengrajin Layang-Layang

Latar Media - Saipul, seorang penggiat layang-layang asal Kelurahan Penanggungan, Klojen, Kota Malang, telah mengubah hobinya menjadi prestasi yang berdampak pada ekonomi pengrajin lokal. Melalui partisipasinya dalam perlombaan layang-layang, ia tidak hanya meraih prestasi pribadi, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi komunitas layang-layang.

Awal Kejadian

Saipul mengungkapkan kecintaannya pada layang-layang sejak kecil, dan mulai mengikuti kompetisi layang-layang pada tahun 1995. Ia aktif mengikuti berbagai perlombaan di kota-kota besar di Indonesia, khususnya dalam jenis layangan aduan, yang menguji kemampuan memutus benang lawan di udara.

Perkembangan

Memasuki tahun 2000-an, Saipul semakin aktif mengikuti kompetisi dan telah berpartisipasi dalam beberapa acara di Jakarta, Bogor, dan Depok. Dalam kompetisi terbaru di Stadion Iwul Bogor, timnya berhasil meraih juara satu dengan hadiah sebesar Rp 40 juta, bersaing dengan 128 layangan aduan lainnya. Selain itu, ia juga meraih juara harapan satu dalam kategori freestyle pada kompetisi tingkat nasional, mendapatkan hadiah Rp 1 juta.

Kondisi Terakhir

Prestasi Saipul dalam perlombaan layang-layang membawanya bertemu dengan pejabat daerah, termasuk Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Saipul menambahkan bahwa olahraga layang-layang kini telah diakui sebagai bagian dari komite olahraga masyarakat Indonesia (KORMI). Di Malang, terdapat sekitar 50 komunitas layang-layang yang berfungsi sebagai wadah untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memberikan alternatif positif bagi anak-anak untuk menghindari permainan gadget.

You can share this post!