Dari Hobi Melukis Menjadi Karier: Perjalanan Seorang Sunday Painter
Lifestyle

Dari Hobi Melukis Menjadi Karier: Perjalanan Seorang Sunday Painter

Latar Media - Melukis merupakan hobi yang saya kerjakan di akhir pekan sejak tahu 2004. Istilahnya Sunday Painter (pelukis hari Minggu), sebuah istilah yang mengacu pada pelukis amatir atau non profesional yang melukis hanya sebagai hobi, rekreasi, dan pengisi waktu luang. Biasanya Sunday Paiter tidak memiliki latar pendidikan seni dan melukis hanya untuk menyalurkan kreativitas atau kepuasan pribadi.

Itulah saya. Melukis bukan sebagai pekerjaan untuk memperoleh penghasilan. Pekerjaan utama saya adalah guru dan penulis. Dari kedua profesi itulah saya memperoleh penghasilan untuk membantu kelangsungan hidup keluarga, bukan dari melukis.

Kedekatan dengan dunia seni lukis berawal dari tugas dan tanggung jawab saya sebagai redaktur di Majalah Laras Interior, Arsitektur, dan Lanskap tahun 1993 -- 2000. Kala itu saya sering ditugaskan meliput dan menulis kegiatan pameran seni, seperti seni lukis, seni patung, dan seni kriya.

Kedekatan dengan dunia seni lukis, bahkan berlanjut pada tahun 2000 -- 2008 saya memberanikan diri menjadi penyelenggara pameran, baik pameran tunggal maupun pameran bersama yang menghimpun berbagai pelukis dari berbagai daerah dengan tema menarik. Pelukis yang pernah saya selenggarakan pameran tunggalnya, antara lain Ni Putu Mimi Mikriani, Sugiapto Trisna, dan Zhang Xi Hua. Pameran lukisan "Cinta Tanah Air" hingga lima kali menjadi salah satu tema pameran yang saya selenggarakan bekerja sama dengan Godod Sutejo dan Abun Adira (Bandung).

Hal tersebut di atas secara tidak langsung menyebabkan saya tergerak untuk melukis. Hingga akhirnya melukis menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan buatku hingga kini. Hobi yang saya lakukan pada hari libur atau akhir pekan.

Semakin lama, lukisan saya semakin banyak hingga tahun 2010 saya memberanikan diri mengajukan permohonan menjadi warga Pasar Seni Ancol. Berbekal surat rekomendasi pelukis Godod Sutejo saya diberi kesempatan menempati studio di sana.

Di sanalah setiap akhir pekan saya melukis. Saya juga memajang beberapa lukisan dengan berbagai objek. Belum tiga bulan sebuah lukisan saya dikoleksi seorang pengunjung dari Islandia, negara di kawasa Eropa Utara.

Ternyata usaha tidak pernah menghianati hasil, begitu kata orang bijak. Kegiatan yang awalnya hanya sebagai hobi, kini dapat menjadi sebuah bisnis yang menghasilkan. Hingga akhirnya, sejak Februari 2025 --ketika memasuki masa purnabakti sebagai guru SMP-- hobi ini justru menjadi pekerjaan utama yang menjanjikan.

You can share this post!