Dari Hobi Budidaya Ikan Cupang, Mahasiswa UMY Raup Omzet Jutaan Rupiah
Sumber Foto: umy.ac.id
Lifestyle

Dari Hobi Budidaya Ikan Cupang, Mahasiswa UMY Raup Omzet Jutaan Rupiah

21:45

Di saat banyak orang mengeluh bosan karena harus di rumah selama pandemi, Khairil Koes Suparman Putra justru sibuk mengisi botol-botol bekas air mineral dengan ikan cupang berwarna cerah. Saat itu usianya baru 15 tahun, namun semangat berwirausahanya tak kalah dengan pelaku bisnis dewasa.

“Awalnya cuma hobi pelihara ikan cupang, terus lagi booming juga waktu itu. Pas pandemi dan sekolah daring, saya coba-coba ternak. Eh, ternyata jalan sampai bisa dijual,” kenang Khairil, mahasiswa Program Studi Agribisnis angkatan 2024 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), saat diwawancarai pada Senin (14/7).

Usaha tersebut ia mulai sejak tahun 2020 saat duduk di bangku kelas 9 SMP. Bermodal dukungan dari sang ayah dan pengetahuan yang ia pelajari secara otodidak dari YouTube, Khairil merintis bisnis ikan cupang jenis multicolor, ikan hias yang populer karena warna tubuhnya yang mencolok dan menarik.

Tanpa toko fisik, Khairil memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai langkah awal pemasaran. Ia mulai menawarkan ikan cupangnya kepada anak-anak kompleks perumahan yang sering bermain bola di lapangan depan rumahnya. Promosi lalu berlanjut ke media sosial melalui akun Instagram @beta_cisauk_sekneg yang menampilkan koleksi ikan cupang miliknya.

“Depan rumah saya di Tangerang ada lapangan bola. Setiap sore saya main di sana, lalu sambil promosi ke teman-teman. Setelah itu saya mulai unggah di Instagram biar jangkauan pasarnya lebih luas,” ujarnya.

Khairil tak bekerja sendirian. Ia dibantu dua rekannya, Dias dan Raffi, yang bertugas menjaga kebersihan dan membantu distribusi. Mereka secara rutin membersihkan ratusan botol ikan cupang setiap minggu.

Pernah juga, Khairil mencoba menjalin kerja sama dengan teman SD-nya untuk mengembangkan bisnis tersebut. Namun, kolaborasi itu hanya bertahan empat bulan karena terkendala komunikasi dan manajemen waktu.

“Tantangan terbesar justru dari kerja sama tim. Tapi saya belajar pentingnya peran yang jelas dan komitmen sejak awal,” ungkapnya.

Untuk memastikan kualitas ikan tetap terjaga, Khairil aktif dalam komunitas peternak ikan cupang di wilayahnya. Di sana ia mempelajari teknik menjaga kesehatan ikan, mulai dari pemanfaatan daun ketapang hingga pengaturan kualitas air.

Sebagai mahasiswa UMY, Khairil merasa sangat didukung dalam mengembangkan semangat kewirausahaan. Ia mengaku pernah mengikuti lomba wirausaha mahasiswa yang didukung oleh Program Studi Agribisnis.

“Instagram jualan saya sempat dibantu juga untuk branding waktu ikut lomba. Dukungan dari Prodi cukup besar,” tuturnya.

Saat ini, Khairil tengah mengembangkan dua startup baru di luar bisnis ikan cupangnya. Ia berencana melakukan _rebranding_ akun jualan cupangnya agar lebih profesional dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Baginya, wirausaha bukan sekadar soal keuntungan, tetapi tentang menemukan passion, belajar dari kegagalan, dan konsisten mencoba hal baru. Dari bisnis kecilnya ini, Khairil bahkan sudah meraih omzet hingga jutaan rupiah.

“Harapannya, bisnis ini bisa terus berkembang dan suatu saat bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” tutupnya optimis. (Mut)