Latar Media - JAKARTA, LIRANEWS.COM | Presiden AS Donald Trump yang tampaknya hobi perang mau tidak mau berdampak pada kondisi ekonomi global termasuk Indonesia. Alhasil, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyebut dunia usaha akan “mengencangkan ikat pinggang” melalui langkah efisiensi.
“Mau tidak mau dunia usaha harus melakukan efisiensi karena tentunya ada biaya-biaya yang tidak bisa dikendalikan,” ujar Anin di Jakarta, dikutip Minggu (15/3/2026).
Anindya menguraikan berbagai dampak dari konflik tersebut, seperti kenaikan harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga potensi kenaikan suku bunga.
Meski begitu, ia meyakini dunia usaha mampu menghadapi situasi tersebut seperti saat melewati berbagai krisis sebelumnya. Di saat bersamaan, dunia usaha perlu memperkuat kerja sama dengan pemerintah untuk menentukan program-program prioritas yang dapat mendorong perputaran ekonomi secara cepat.
Termasuk menekankan pentingnya mendorong investasi dari investor dalam negeri karena dinilai lebih berpengalaman menghadapi berbagai siklus ekonomi.
“Seluruh sektor usaha pun dinilai harus tetap waspada terhadap dampak perang dan tidak boleh meremehkan situasi yang terjadi.”Kita lihat juga ada beberapa perusahaan yang sudah force majeur, tapi juga kita tidak boleh panik,” ujar Anindya.