Latar Media - Pemenuhan hobi mengonsumsi makanan manis selama kehamilan dapat berdampak negatif pada perkembangan otak janin. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa tinggi oleh ibu hamil berpotensi mengganggu fungsi sel punca di otak bayi yang belum lahir.
Selama kehamilan, perubahan hormonal dan gangguan morning sickness sering memengaruhi nafsu makan ibu hamil, sehingga konsumsi makanan manis menjadi kebiasaan. Namun, sebuah studi dari Fakultas Kedokteran Universitas Kesehatan Fujita di Toyoake, Jepang, menemukan bahwa asupan fruktosa yang tinggi dapat memiliki efek jangka panjang yang merugikan bagi janin.
Para peneliti mengungkapkan bahwa ibu yang mengonsumsi fruktosa dalam jumlah tinggi dapat mengalami gangguan pada fungsi sel punca di otak janin. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa asupan fruktosa tinggi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional, preeklampsia, dan insufisiensi plasenta, yang berpotensi membatasi pertumbuhan janin. Selain itu, anak-anak yang terpapar fruktosa tinggi di dalam rahim juga dapat lebih rentan terhadap obesitas, tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan penyakit hati berlemak di masa depan.
Meski penelitian ini menunjukkan adanya efek negatif jangka panjang dari paparan fruktosa, pemulihan ekspresi normal gen-gen yang terganggu dapat meningkatkan fungsi sel punca saraf. Peneliti Hiroya Yamada menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya nutrisi yang seimbang selama kehamilan dan efek jangka panjangnya terhadap perkembangan otak. Meskipun ada korelasi dengan populasi manusia, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak fruktosa dan faktor lingkungan lainnya pada sel punca saraf manusia.