Latar Media - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, tengah menyiapkan roadmap pengembangan pasar karbon sebagai bagian dari strategi ekonomi hijau di daerah tersebut. Persiapan ini dibahas dalam rapat dengan PT TUV Rheinland Indonesia.
Pada rapat yang berlangsung, PT TUV Rheinland Indonesia memaparkan mekanisme perdagangan karbon nasional melalui IDX Carbon dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). Dalam konteks ini, Kabupaten Bogor dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan program penanaman pohon berbasis masyarakat yang dapat menghasilkan nilai ekonomi dari penyerapan emisi karbon.
Bupati Rudy mengungkapkan bahwa Pemkab Bogor telah melaksanakan program penanaman pohon secara masif, dengan total sekitar 45 ribu pohon yang telah ditanam. Ia menekankan pentingnya membangun sistem penanaman yang terdata dan berkelanjutan. Menurutnya, potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon dapat menjadi nilai tambah yang dapat dikembangkan di masa mendatang.
Rudy meminta agar seluruh perangkat daerah terkait bersama PT TUV Rheinland Indonesia segera menyusun kajian lahan, inventarisasi vegetasi, serta roadmap pengembangan pasar karbon. Penyusunan roadmap ini dianggap penting untuk memberikan arah yang jelas dalam pengembangan ekonomi hijau, mencakup pengukuran emisi, penyerapan karbon, proses registrasi, hingga peluang perdagangan karbon di bursa nasional.
Rudy menegaskan bahwa program penghijauan tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat. Mukhsin Safiq dari PT TUV Rheinland Indonesia menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung Pemkab Bogor dalam pengukuran emisi serta penyusunan program pasar karbon yang terukur dan sesuai standar.