Bias dan Risiko dalam Praktik Jurnalisme Parasut
Sumber Foto: Remotivi
Konteks Liputan

Bias dan Risiko dalam Praktik Jurnalisme Parasut

Praktik jurnalisme parasut—yakni menugaskan jurnalis ke lokasi yang jauh dan tidak familiar—dinilai sebagai strategi yang sudah usang dan menyimpan sejumlah persoalan. Cara kerja ini disebut dapat meningkatkan peluang terjadinya kesalahan dalam pemberitaan sekaligus menimbulkan risiko terhadap keamanan.

Apa itu jurnalisme parasut

Jurnalisme parasut merujuk pada pendekatan peliputan ketika jurnalis “diturunkan” ke suatu tempat yang asing baginya untuk meliput peristiwa tertentu. Dalam praktiknya, jurnalis datang untuk waktu terbatas dan bekerja di lingkungan yang belum dipahami sepenuhnya.

Risiko yang mengemuka

  • Peluang kesalahan pemberitaan lebih tinggi: Ketika bekerja di wilayah yang jauh dan asing, jurnalis berpotensi menghadapi keterbatasan pemahaman konteks yang dapat berujung pada kekeliruan informasi.

  • Ancaman terhadap keamanan: Penugasan ke lokasi yang tidak familiar juga dapat menghadirkan risiko keselamatan bagi jurnalis, terutama ketika kondisi lapangan sulit dipetakan dalam waktu singkat.

Catatan atas strategi yang dianggap usang

Dalam sorotan kritik, jurnalisme parasut dipandang sebagai pendekatan yang tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan akurasi dan keselamatan dalam peliputan. Penilaian ini menekankan bahwa strategi tersebut dapat membawa konsekuensi serius, baik bagi kualitas informasi yang disampaikan kepada publik maupun bagi keamanan jurnalis yang bertugas.