Latar Media - REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan atau BI Sulsel kembali menggelar Forum Ekonomi Syariah. Forum tersebut menjadi kebijakan strategis dalam memperkuat rantai nilai halal dari daerah ke nasional.
Berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, pertemuan tahunan ini mengangkat tema “Integrasi Ekosistem Halal: Sinergi Keuangan Sosial dan Komersial Syariah dalam Memperkuat Rantai Nilai Halal Nasional”.
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, Forum Ekonomi Syariah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PESyar). Dimana, menjadi wadah diskusi, edukasi, serta peningkatan literasi eksyar bagi masyarakat.
Baca Juga : Kolaborasi PLN UIP Sulawesi dan Kejati Sulsel, Kawal Infrastruktur Kelistrikan Secara Transparan
“Hal ini menegaskan pentingnya sinergi antara instrumen keuangan sosial dan komersial syariah guna mendorong terciptanya rantai nilai halal nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya, dalam pembukaan kegiatan, kemarin.
Ke depan, BI Sulsel akan terus berkomitmen mendorong penguatan ekosistem halal secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan penguatan literasi, peningkatan akses pembiayaan, hingga pengembangan industri halal.
“Upaya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor riil dan memperluas kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian daerah,” harap Rizki.
Baca Juga : Perkuat Budaya Keselamatan Pengemudi, Kalla Logistics Patuhi Standar Operasional Transporter
Pada Forum Ekonomi Syariah ini menghadirkan dua orang pakar ekonomi syariah nasional sebagai narasumber. Antara lain, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Raditya Sukmana yang menyoroti pentingnya pengelolaan wakaf secara profesional dan perluasan wakaf produktif agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sementara, anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah, Prof. Dian Masyita hadir mengulas peran strategis lembaga keuangan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah dalam memperkuat rantai nilai halal nasional.
Lebih dari 150 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan ini. Mulai dari unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Keuangan Syariah, Halal Center, LAZNAS, pelaku usaha, pondok pesantren, hingga akademisi. Kehadiran dari berbagai pihak tersebut, mencerminkan tingginya komitmen bersama dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Baca Juga :
Selain penyelenggaraan Forum Ekonomi Syariah, dalam pertemuan tersebut juga membahas berbagai topik strategis ekonomi syariah, mencakup berbagai produk pembiayaan syariah dan mekanisme pengajuannya serta tren gaya hidup halal (halal lifestyle) dan peluang pengembangan industri halal di Sulawesi Selatan. Kedua rangkaian forum tersebut meliputi Workshop Pembiayaan Syariah, bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BPD Sulselbar Syariah pada Rabu, 11 Maret 2026 kemarin, dan Sharia Halal Lifestyle Talk pada Kamis, 12 Maret 2026 (hari ini).
PESyar sendiri merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan dalam rangka Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong pengembangan dan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.
PESyar tahun ini berlangsung sejak Februari 2026 hingga akhir bulan Ramadan 1447 H, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai stakeholder hingga masyarakat. Terdapat kegiatan Sharia Fair yang dilaksanakan dalam bentuk pasar ramadan dan pameran modest fashion, Sharia Championship melalui perlombaan dakwah dan desain modest wear, dan Sharia Halal Ecosystem melalui pendampingan sertifikasi Juru Sembelih Halal dan sertifikasi produk halal.