Latar Media - Situasi di Timur Tengah semakin memanas dengan rencana serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Donald Trump dilaporkan telah memasuki Situation Room untuk memimpin operasi ini, yang mencakup penghancuran aset militer Iran seperti situs peluncuran rudal dan sistem pertahanan udara.
Dalam beberapa hari terakhir, pasukan AS telah melakukan serangan agresif terhadap berbagai target militer Iran, yang kini meluas hingga ke jalur kereta api yang menghubungkan perdagangan dengan Rusia dan Tiongkok.
Merespons ancaman ini, Iran menginstruksikan kelompok Houthi di Yaman untuk memblokade jalur perairan Bab-el-Mandeb. Kelompok Houthi telah memobilisasi aset militer, termasuk rudal dan drone, ke posisi strategis di pegunungan Yaman yang menghadap ke Selat Bab-el-Mandeb, Kota Hodeidah, serta Teluk Aden. Sumber dekat Houthi menyatakan bahwa penempatan ini merupakan respons taktis terhadap situasi yang berkembang.
Jika blokade oleh Houthi terjadi, dampaknya akan signifikan terhadap ekonomi global, mengingat Selat Bab-el-Mandeb adalah jalur distribusi penting untuk 7% pasokan minyak dunia. Tindakan ini dapat memperdalam krisis energi global dan memperluas konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.