AJI Indonesia Kecam Pencabutan Kartu Identitas Jurnalis CNN Indonesia
JATIMTIMES - Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mengeluarkan pernyataan tegas menanggapi pencabutan kartu identitas liputan yang dialami oleh jurnalis CNN Indonesia, Diana. Kejadian ini dinilai sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers di Indonesia.
Pencabutan kartu identitas tersebut terjadi dalam konteks liputan yang dilakukan oleh Diana di lingkungan Istana. AJI Indonesia menilai tindakan ini merugikan tidak hanya bagi jurnalis yang bersangkutan, tetapi juga bagi kebebasan berexpressi dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.
“Kebebasan pers adalah salah satu pilar demokrasi. Dengan mencabut identitas jurnalis, pihak-pihak tertentu berusaha membungkam suara yang kritis dan independen,” ungkap salah satu perwakilan AJI dalam pernyataannya.
Reaksi Berbagai Pihak
Sejumlah organisasi dan individu lainnya juga menyuarakan keprihatinan terhadap tindakan ini. Mereka menilai bahwa pencabutan kartu identitas liputan menciptakan iklim ketakutan bagi para jurnalis dalam menjalankan tugas mereka.
AJI Indonesia mendesak pihak berwenang untuk segera memulihkan kartu identitas yang dicabut dan menjamin keselamatan serta kebebasan jurnalis dalam melaksanakan tugas peliputan. “Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak untuk menjaga kebebasan pers di Indonesia,” tutup AJI dalam pernyataannya.




