Latar Media - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimisme bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara luas akan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia hingga mencapai USD300 miliar.
Airlangga mengungkapkan bahwa saat ini nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan sebesar USD13 miliar dan yakin bahwa dengan adanya AI, angka tersebut dapat berlipat ganda. Pernyataan tersebut disampaikan di Shanghai saat konferensi World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026.
Pemerintah Indonesia telah menandatangani dokumen pendirian Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Global atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola teknologi di tingkat internasional. Penandatanganan dokumen ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan melibatkan perwakilan dari sekitar 30 negara, termasuk RRT, Brasil, Rusia, dan beberapa negara berkembang lainnya. Dalam pertemuan ini, Airlangga juga bertemu dengan Presiden RRT Xi Jinping dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Indonesia berkomitmen untuk berperan aktif dalam organisasi ini, dengan fokus pada pengembangan kebijakan yang berpusat pada manusia dan memastikan tata kelola AI yang aman, tepercaya, dan beretika. Dalam implementasi domestik, AI akan dioptimalkan dalam sektor pertanian, pengelolaan energi, dan layanan kesehatan digital, dengan catatan bahwa dukungan infrastruktur digital yang kuat menjadi kunci keberhasilan ini. Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga untuk memaksimalkan manfaat dari platform WAICO dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di bidang AI.