10 Topik yang Sering Diswasensor dalam Jurnalistik di Indonesia
Praktik swasensor menjadi fenomena yang tidak jarang terlihat dalam dunia jurnalistik, terutama ketika menyangkut isu-isu publik yang sensitif. Jurnalis seringkali mempertimbangkan risiko sosial, politik, dan profesional sebelum memutuskan untuk menyampaikan informasi secara terbuka. Sikap kehati-hatian ini mencerminkan bahwa kebebasan berekspresi dipengaruhi tidak hanya oleh regulasi formal, tetapi juga oleh persepsi risiko yang dialami oleh individu.
Sebuah laporan dari Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 yang disusun oleh Yayasan Tifa bersama Konsorsium Jurnalis Aman dan Populix, mengidentifikasi sejumlah topik yang sering dihindari atau dibatasi dalam penulisan berita. Laporan ini melibatkan 523 jurnalis di Indonesia dan menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap isu tertentu masih berpengaruh besar terhadap keberanian mereka untuk melaporkan informasi secara terbuka.
Topik yang Sering Diswasensor
- Makan Bergizi Gratis (MBG) - Menjadi topik yang paling sering diswasensor dengan persentase mencapai 58%. Angka ini menunjukkan bahwa program yang berkaitan dengan kebijakan publik dan kesejahteraan masyarakat diperlakukan dengan kehati-hatian tinggi dalam pelaporan.
- Proyek Strategis Nasional (PSN) - Menduduki posisi kedua, di mana 52% responden melaporkan melakukan swasensor.
- Isu Kriminalitas - Menjadi topik ketiga dengan 49% responden yang mengaku membatasi diri dalam pelaporan.
- Pemerintahan, Korupsi, dan Birokrasi - Mencatat angka 40%, menunjukkan bahwa tema tentang kekuasaan dan tata kelola publik sangat rentan terhadap praktik swasensor.
- Demonstrasi dan Aksi Massa - Mencatat angka 37%, menunjukkan kehati-hatian dalam membahas dinamika sosial dan politik.
- Isu Keamanan atau Konflik - Juga di angka 37%, menekankan sensitivitas dalam meliput isu-isu ini.
- Agama atau Kepercayaan - Dengan angka 33%, menunjukkan potensi risiko yang melekat pada peliputan isu ini.
- Agraria atau Pertanahan - Mencatat 32%, menyoroti tantangan dalam menulis tentang isu-isu tanah.
- Lingkungan, Energi, dan Pertambangan - Mencatat 31%, menunjukkan pentingnya isu-isu ini namun juga tantangan dalam peliputannya.
- Politik dan Pemilu - Menjadi topik terakhir dalam daftar dengan 28%.
Laporan ini juga menyoroti bahwa praktik swasensor umumnya dipicu oleh kekhawatiran mengenai dampak hukum dan keamanan pribadi, termasuk risiko yang berkaitan dengan regulasi seperti UU ITE. Project Officer Jurnalisme Aman di Yayasan Tifa, Arie Mega, menyatakan dalam peluncuran IKJ pada Senin (9/2/2026) bahwa banyak jurnalis yang membatasi diri bukan karena kurangnya pemahaman tentang isu penting bagi publik, melainkan sebagai upaya untuk bertahan dalam sistem yang menekan.




