Keterampilan Data Analytics: Kunci Kesempatan Kerja dan Keputusan Cerdas
Latar Media - Transformasi digital mengubah cara industri bekerja. Perusahaan kini memakai data untuk menentukan strategi, membaca pasar, dan mengukur kinerja. Dampaknya terasa langsung ke publik. Layanan lebih cepat. Produk lebih sesuai kebutuhan. Kebijakan lebih tepat sasaran.
Perubahan ini ikut menggeser kebutuhan pasar kerja. Lulusan baru perlu mampu membaca angka, memahami pola, dan menyusun rekomendasi berbasis data. Data analytics menjadi bekal dasar, bukan lagi pelengkap.
Peluang Kerja Terus Tumbuh
Proyeksi U.S. Bureau of Labor Statistics menunjukkan pekerjaan di bidang analisis data tumbuh sekitar 23 persen dalam satu dekade. Laporan Future of Jobs dari World Economic Forum juga menempatkan analisis data sebagai salah satu keterampilan paling dicari.
Di Indonesia, banyak perusahaan mencari kandidat yang menguasai SQL, Python, dan visualisasi data. Bahkan posisi di bidang pemasaran, keuangan, dan SDM kini menuntut kemampuan membaca dashboard dan memahami metrik kinerja.
Artinya, literasi data menjadi kompetensi lintas bidang.
Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital, Said Mirza Pahlevi, menegaskan pentingnya penguasaan keterampilan ini.
“Penguasaan keterampilan digital, khususnya Data Analis, menjadi pondasi penting untuk menyiapkan talenta yang adaptif dan kompetitif,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran analis data dalam proses pengambilan keputusan.
“Data Analis menerjemahkan data menjadi dasar keputusan yang tepat dan berdampak,” jelasnya.
Belajar Tanpa Latar IT
Untuk menjawab kebutuhan industri, Kementerian Komdigi bekerja sama dengan DQLab membuka pelatihan Data Analyst gratis bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak kesempatan bagi masyarakat membangun karier di bidang data,” kata Said.
Manager Program DQLab, Yovita, mengingatkan bahwa siapa pun bisa mulai belajar.
“Tidak perlu menunggu latar belakang IT. Yang dibutuhkan kemauan belajar dan konsistensi,” ujarnya.
Ia menambahkan manfaatnya tidak hanya untuk pekerjaan.
“ Data analytics membiasakan kita berpikir runtut dan mengambil keputusan berdasarkan fakta,” jelasnya.
Manfaat Nyata
Kemampuan membaca data membantu anak muda lebih kritis dalam menyaring informasi. Mereka tidak mudah terpengaruh asumsi. Mereka terbiasa menguji klaim dengan bukti.
Pelatihan ini memberi akses belajar dasar analisis data, praktik SQL dan Python, serta penyusunan portofolio proyek. Peserta dapat langsung mengasah keterampilan yang dibutuhkan industri.
Transformasi digital terus berjalan. Generasi muda yang mulai belajar hari ini memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke sektor yang tumbuh cepat dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.




